Shalat

Sifat Shalat Nabi dari Takbir hingga Salam Bagian-1

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rosul dan menurunkan kitab-kitab, yang telah mensyari'atkan syari'at, menentukan hukum dan menjelaskan kepada hambanya perkara halal dan haram. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, yang tidak memiliki sekutu. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, shalawat dan salam semoga tercurah kepadanya juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

 

Adapun selanjutnya, saya telah mengumpulkan sebahagian kalimat mengenai Tatacara Shalat Nabi sebatas ilmu yang sampai kepada saya. Saya telah berusaha memilah dan memilih serta menyusun dan meringkasnya. Saya sebutkan di dalamnya permulaan shalat hingga akhir. Saya paparkan juga berbagai problema yang ada dimana perbedaan pendapat telah menyebabkan kebingungan banyak orang dan mengakibatkan kebimbangan. Kemudian saya sebutkan wirid-wirid dan zikir-zikir setelah shalat secara singkat, demikian pula sebagian shalat nawafil (sunnah); dan tentu saja kitab-kitab yang membahas hal ini sudah banyak sekali –segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi terpercaya, Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya sebanyak-banyaknya.

 

TATACARA SHALAT NABI # DARI TAKBIR HINGGA SALAM

 

1- Wajib bagi seorang muslim jika akan melaksanakan shalat hendaknya dalam keadaan thahir (suci) dari hadats besar (junub, haidh atau nifas) dan hadats kecil (keluar sesuatu dari lubang kubul atau dubur). Hadats besar terangkat dengan mandi sedangkan hadats kecil cukup dengan wudhu. Hendaknya bersungguh-sungguh dalam berwudhu dan mengikuti cara wudhu Nabi #.

 

2- Disyari'atkan bagi orang yang shalat mengambil sutrah (pembatas) shalat dan diletakkan dihadapannya jika sebagai imam atau munfarid (shalat sendiri).

 

3- Jika shalat sebagai imam hendaknya (sebelum takbiratul ihram) menoleh ke kanan seraya mengatakan: "istawuu (luruskan)" dan ke kiri seraya mengatakan: "istawuu (luruskan)".

 

4- Kemudian menghadap kiblat dengan suluruh tubuhnya sambil meniatkan shalat yang akan dikerjakannya di dalam hatinya dengan tidak melafalkan niatnya, seperti mengatakan: "Ushalli lillah… (aku berniat shalat…)", karena melafalkan niat termasuk bid'ah (hal yang diada-adakan).

 

5- Kemudian bertakbir takbiratul ihram seraya mengucapkan:

اَللّهُ اَكْبَرُ

[Allahu Akbar]

Artinya:

"Allah Maha Besar".

Mengangkat kedua tangannya dan merapatkan jari-jemarinya ke arah kiblat setentang bahu atau daun telinga. Nabi # dahulu mengeraskan suaranya ketika bertakbir hingga orang yang di belakangnya dapat mendengar. Beliau sesekali mengangkat tangannya bersamaan dengan ucapan takbir, sesekali setelah ucapan takbir dan sesekali sebelumnya.

 

6- Kemudian jika shalat berjamaah bersama imam, makmum yang dibelakangnya juga mengucapkan "allahu akbar". Setelah selesai takbir hendaknya pandangannya mengarah ke tempat sujudnya.

 

7- Kemudian diam sebentar untuk membaca istiftah (bacaan pembuka). Diantara riwayat bacaan istiftah Nabi #:

 

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

 

[ Allahumma baa'id baini wa baina khotoyaaya kama baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotooyaaya kamaa yunaqqos tsaubul abyadhu minaddanaasi. Allahummaghsilnii min khotooyaaya bilmaa i was tsalji wal barodi ]

Artinya:

"Ya Allah, jauhkan antara diriku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Wahai Allah, bersihkan aku dari dosadosaku sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah cucilah, dosa-dosaku dengan air, es dan air dingin.

Terkadang membaca istifatah dengan:

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

 

[Subhaanakallaahumma wabihamdika watabaarokasmuka wa ta'aala jadduka walaa ilaaha ghairuka]

Artinya:

"Maha Suci dan Maha Terpuji Engkau, ya Allah, penuh berkah nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan Mu dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."

Terkadang membaca:

 

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ

إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

 

[Allahumma robbu jibrooiil wa miikaaiil wa isroofiil, faathiris samaawaati wal ardhi, 'aalimul ghaibi wa syahaadati, anta tahkumu baina 'ibaadaka fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii lima ikhtalafa fiihi minalhaqqi bi idznika, innaka tahdii mantasyaa u ilaa shirootun mustqiimun]

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, dan Isrofil, yang mengatur langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui apapun yang ghaib dan nyata, Engkau menghukumi hamba-hamba-Mu atas apa yang mereka peselisihkan. Berilah aku petunjuk kebenaran atas apa yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukki siapa yang Engkau kehendaki kepada jalan

yang lurus."

Dan riwayat-riwayat lain yang falid dari Nabi #.

Yang utama adalah, sesekali membaca yang ini dan sesekali membaca yang lainnya dari riwayat bacaan istiftah Nabi # yang memang falid dari beliau.

 

8- Kemudian berta'awudz (meminta perlindungan) kepada Allah dari syaithan yang terkutuk, dengan mengucapkan:

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

 

[a'uzubillahi minassyaithonirrojiim min hamazihi wanafkhihi wanaftsihi]

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk dari kegilaan, kesombongan, syairnya."

atau

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

 

[a'uzubillahis sami'ul 'aliim minssyaithonirrojiim]

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk."

 

9- kemudian membaca basmalah:

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

[Bismillahir rahmaanir rahiim]

Artinya:

"1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

Dahulu Nabi # membacanya dengan pelan, tidak ada riwayat yang falid bahwa beliau membaca basmalah dengan keras secara terus menerus. Tetapi terkadang makmum mendengar bacaannya ketika beliau sedikit mengeraskannya dalam shalat sirri (pelan), tidak mendengarnya kecuali yang berada dekat dengan beliau.

 

10- Kemudian membaca surat al-Faatihah:

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ,الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ,مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ,اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ,صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

 

[Alhamdulillahi robbil 'aalamiin, arrohmaanir rohiim, maalikiyau middiin, iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, ihdinasshirootol mustaqiim, shirootol ladziina an'amta 'alaihim, ghoiril maghdu bi 'alaihim walauddhooolliiin]

Artinya:

"2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 4. Yang menguasai di hari Pembalasan. 5. Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus, 7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS.alfatihah:2-7)

Ketika membaca Nabi # berhenti pada setiap ayat dan tidak menyambung dengan ayat berikutnya.

 

11- Setelah selesai membaca al-Faatihah Nabi menjaharkan (mengeraskan) bacaan "amin" dalam shalat jahriah1 dengan ucapan: آمِيْن [Aamiin]

Artinya:

"Kabulkan ya Allah!"

Makmum yang berada di belakang Nabi turut mengeraskan bacaan 'amin' hingga masjid menjadi ramai.

 

12- Kemudian diam sejenak setelah selesai membaca al-Fatihah, tidak berlamalama dalam diam.

 

13- Kemudian membaca apa yang mudah dari al-Qur'an seusai membaca alFatihah. Terkadang Nabi # membaca satu surat penuh pada setiap rakaatnya, dan ini sering. Terkadang membaca satu surat pada dua rakaat dan terkadang membaca sebagian surat. Nabi # senantiasa berhenti pada setiap ayat yang dibacanya dan tidak menyambung bacaannya dengan ayat berikutnya.

(Shalat jahriah adalah shalat yang bacaan al-Fatihah dan al-Qura'annya dibaca keras oleh imam dalam shalat berjamaah. Yaitu pada shalat maghrib, isya dan subuh.)

 

14- Nabi # mengeraskan bacaannya pada shalat fajar (subuh), dua rakaat pertama shalat maghrib dan dua rakaat shalat isya. Adapun shalat dzuhur serta ashar beliau membacanya dengan sirri (pelan).

 

Bersambung ke Sifat Shalat Nabi dari Takbir hingga Salam Bagian-2

 

Disalin dari E-Book Sifat Shalat Nabi dari Takbir hingga Salam Karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibriin.

 

Referensi :

Abdurrahman al-Jibriin, Abdullah bin.(2009).Sifat Shalat Nabi dari Takbir Hingga Salam.Retrieved from islamhouse.com. Retrieved from https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single/id_sifat_shalat_nabi_dari_takbir_hingga_salam.pdf

https://rumaysho.com/19956-manhajus-salikin-sifat-shalat-nabi-membaca-taawudz-dan-basmalah.html

https://tafsirweb.com/37082-surat-al-fatihah.html

https://rumaysho.com/19896-manhajus-salikin-sifat-shalat-nabi-membaca-doa-iftitah.html